Rancang Bangun Penurunan AKI

Rancang bangun penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)

Pelaku Pengadaan Barang dan Jasa

Pelaku pengadaan pada kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah tertuang dalam pasal 8 Perpres Nomor 12 tahun 2021

Analisis Faktor Determinan AKI

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kematian ibu. Beberapa faktor utama termasuk

Ruang Kerja Ideal

Ruang kerja ideal adalah sebuah lingkungan yang mendukung produktivitas, kreativitas, kenyamanan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Menyusun Inovasi

Menyusun inovasi pelayanan publik melibatkan beberapa tahapan yang sistematis. Berikut adalah tahapan umum yang dapat diikuti:

Tampilkan postingan dengan label Administrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Administrasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2024

Pelaku Pengadaan Barang dan Jasa

Pelaku pengadaan pada kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah tertuang dalam pasal 8 Perpres Nomor 12 tahun 2021 yaitu :

    1.  PA
    2. KPA
    3. PPK
    4. Pejabat Pengadaan
    5. Pokja Pemilihan
    6. Agen Pengadaan
    7. Penyelenggara Swakelola
    8. Penyedia
Ada 1 pelaku pengadaan dalam perpres nomor 16 tahun 2018 yang dihapus yaitu : Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan dan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan.


Selanjutnya tugas PjPHP dan PPHP digantikan oleh PPK yang diatur dalam pasal 11 Perpres Nomor 12 tahun 2021

Rabu, 21 Februari 2024

SI RUP : Apa yang Harus Dilakukan KPA Ketika Terjadi Pergantian PPK di Puskesmas


SI RUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan)  adalah aplikasi yang di susun oleh LKPP untuk mengumumkan Rencana Umum Pengadaan di Kementerian, Lembaga, Pemerintah Kabupaten/Kota.

Ada 2 user yang penting dalam SI RUP ini : PA/KPA dan PPK.  Akun PA/KPA di akses melalui halaman sirup.lkpp.go.id, akun PPK login melalui inaproc.id yang diakses dari lpse.lkpp.go.id

 Untuk di Puskesmas, Kepala Puskesmas umumnya berperan sebagai PPK karena keterbatasan SDM yang memiliki serfikat PPK.  Permasalahan muncul ketika terjadi perubahan kepala Puskesmas. 

Berikut adalah langkah yang harus dilukukan oleh PA/KPA ketika terjadi perubahan Kepala Puskesmas sebagai PPK :

  1. Non aktifkan akun kepala Puskesmas yang lama, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
    1. Klik Kelola Data
    2. Pilih nama PPK yang akan di nonaaktifkan
  2. Verifikasi akun Kepala Puskesmas Baru.
    1. Klik Data
    2. Pilih nama PPK Baru, klik verikasi
  3. Lakukan delegasi ulang kepada PPK yang baru.
    1. Klik Data
    2. Klik kelola PKS
    3. Klik Action pilih daftar sub kegiatan
    4. Klik ubah sub kegiatan.

Kamis, 25 Januari 2024

Pembinaaan Terpadu Puskesmas Dengan Pendekatan TPCB

Tim Pembina ini disebut sebagai Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) adalah tim yang dibentuk Dinas Kesehatan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pembinaan tersebut maka perlu dibentuk tim pembina di dinas kesehatan daerah kabupaten/kota yang melakukan pembinaan secara terpadu ke Puskesmas

Analisis yang dilakukan terhadap laporan hasil survei akreditasi Puskesmas tahun 2015-2019 dengan mengambil sampel sebanyak 369 Puskesmas manggambarkan bahwa rata-rata capaian bab akreditasi Puskesmas sebagai berikut: 

  • bab I (77.33%), 
  • bab II (77.36%), 
  • bab III (48.65%), 
  • bab IV (74.46%), 
  • bab V (74.49%), 
  • bab VI (48.06%),
  • bab VII (71.77%),
  • bab VIII (70.85%), dan
  • bab IX (47.96%). 
Dari rata-rata capaian bab I sampai dengan bab IX dapat dilihat bahwa masih terdapat variasi gap dalam pencapaian status akreditasi paripurna Puskesmas, dimana semua bab harus mencapai minimal ≥ 80%. 

Gap yang terbesar ada di bab IX (32.04%) terkait tata kelola manajemen dan risiko dan gap yang paling kecil ada di bab II (2.67%) terkait tata kelola manajemen sebagai institusi. 

Dilihat dari tingkat kelulusan akreditasi tersebut, diperoleh gambaran bahwa salah satu faktor utama penyebab Puskesmas lulus di tingkat dasar dan madya adalah penyusunan perencanaan Puskesmas yang belum berbasis pada hasil evaluasi kinerja. Hal ini dipicu oleh implementasi manajemen Puskesmas sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang Pedoman Manajemen Puskesmas belum dilaksanakan secara optimal, yang

pada gilirannya mempengaruhi implementasi perbaikan mutu secara berkesinambungan yang tidak berjalan secara konsisten sebagaimana digambarkan pada hasil capaian akreditasi pada bab 3, 6, dan 9 yang terkait dengan perbaikan mutu.

 Agar implementasi manajemen Puskesmas dapat dilaksanakan secara optimal dan implementasi perbaikan mutu yang berkesinambungan dapat terlaksana secara konsisten maka tentunya diperlukan tata kelola institusi pelayanan kesehatan dan tata kelola pelayanan secara komprehensif, dan memiliki indikator keberhasilan yang terukur, baik dari sisi input, proses maupun output.

Untuk dapat mewujudkan tata kelola institusi pelayanan kesehatan dan tata kelola pelayanan Puskesmas dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan, maka tentunya diperlukan dukungan dari berbagai lintas program dan pemangku kepentingan lainnya.

Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pembinaan tersebut maka perlu dibentuk tim pembina di dinas kesehatan daerah kabupaten/kotayang melakukan pembinaan secara terpadu ke Pusksmas. Tim Pembina ini disebut sebagai Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) sebagaimana yang diamanatkan Permenkes yang mengatur tentang Puskesmas. Selain itu, dinas kesehatan daerah kabupaten/kota dalam melakukan pembinaan dan pengawasan memerlukan dukungan dari dinas kesehatan daerah provinsi.


Kamis, 26 Oktober 2023

Pengelolaan P3DN SIPD

Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) adalah salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor. P3DN perlu senantiasa didorong dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Untuk memantau upaya peningkatan P3DN, kemendagri memberika fasilitas aplikasi pemantauan P3DN yang terintegras dengan SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah).  SIPD sendiri merupakan salah satu tools penting dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan di daerah, terutama dalam hal ketersediaan data yang valid untuk analisis perencanaan pembangunan dan pemetaan.

Untuk pengelolaan SIPD P3DN dapat diakses pada paparan terlampir berikut :


Minggu, 05 Desember 2021

Menggunakan QR Code Untuk Berbagi Link


Dalam keseharian adminkes, pasti akan sering dihadapakan aktifitas berbagi tautan untuk berbagai keperluan, bisa utk berbagi tautan kumpulan materi yang disimpan di cloud, alamat website, alamat form dan lain sebagainya.

QR code bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk berbagi link tautan. Kode QR (Quick Response) merupakan bentuk evaluasi dari barcode yang biasanya kita lihat pada sebuah produk. Untuk membaca kode QR, dibutuhkan smartphone berkamera dan bisa juga menggunakan aplikasi pembaca QR Code.  QR code dapat di scan dari kamera,  bisa juga di scan dari file gambar yang di bagikan lewat media sosial.

Untuk membuat QR Code kita dapat menggunakan QR Code Generator gratis pada aplikasi online berikut :

  • https://me-qr.com/
  • https://id.qr-code-generator.com/
  • https://www.the-qrcode-generator.com/

Cara membuatnya cukup mudah, copy tautan yang akan dibagi, kemudian download.


Selasa, 28 April 2020

Membuat Google Form



Dalam tugas keseharian administrator kesehatan, dibutuhkan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan dari unit-unit atau pengelola program lainnya. Google.com menyediakan aplikasi gratis dan powerfull untuk menunjang kegiatan pencatatan dan peloporan.

Menggunakan Google forms.
Google forms dapat kita gunakan untuk mengumpulkan data atau melakukan pencatatan dan pelaporan.



Berikut cara singkat menggunakan google forms dari PC :

  1. Masuk ke akun docs.google.com anda
  2. Pilih menu formulir
  3. Ketik Judul Formulir
  4. Ketik pertanyaan yang ingin anda kumpulkan. Setiap pertanyaan tersedia beberapa pilihan jawaban, antara lain : jawaban singkat, ceklist, menu pilihan, tanggal dan waktu. Pilih sesuai dengan data yang akan anda kumpulkan
  5. Klik tanda plus untuk menambah pertanyaan.
  6. Bila formulir sudah selesai klik kirim.
  7. Bagikan tautan  dengan klik gambar rantai. 
  8. Perpendek URL dengan klik tanda centang
  9. Klik Salin 
  10. Paste pada media sosial seperti whatsapp untuk mempublikasikan form yang telah anda buat.




Untuk melakukan rekaputalisi data isian anda dapat menggunakan 2 pilihan. Pilihan pertama di analisa dalam bentuk forms, dan pilihan kedua di analisa dalam bentuk spreadsheet.
Akan lebih mudah data dianalisis dengan menggunakan bentuk spreadsheet. Berikut cara download spreadsheet dari forms yang sudah kita buat :

  1. Masuk ke docs.google.com dengan akun yang anda gunakan untuk membuat forms
  2. Klik judul forms yang ingin di analisis
  3. Klik responses
  4. Klik tanda hijau kecil di sudut kanan
  5. Tunggu sampai spreadsheet muncul
  6. Setelah semua muncul, klik file, pilih donwload, pilih file dalam type xls.
  7. File akan di download ke PC anda.
  8. Selesai di download, file bisa anda olah lebih lanjut.




Jumat, 08 Juni 2018

Administrator VS Manajer, Apa Bedanya ?

Membaca uraian tugas dan butir kegiatan jabatan fungsional Administrator Kesehatan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar tugasnya berkaitan dengan penyusunan kebijakan dalam suatu organsasi.  Dapat di simpulkan bahwa kebanyakan butir kerja admistrator kesehatan banyak bersinggungan dengan tugas dari fungsi manejer pejabat eselon di Dinas Kesehatan.

Untuk itu, perlu dicari literasi perbedaan antara admistrator dengan manajer (pejabat eselon). Berikut adalah beberapa perbedaaan yang di kumpulkan penulis dari beberapa sumber digital.

Manajer dan administrator adalah dua tokoh kunci dalam organisasi menengah dan besar. Dalam bisnis kecil, peran dan tugas mereka sering tumpang tindih - dan bahkan dapat diambil pada satu individu. Namun, bisnis yang lebih besar membutuhkan perbedaan yang lebih tajam di antara peran yang berbeda untuk memaksimalkan efisiensi dan produktivitas.
Secara umum, administrator bertanggung jawab untuk menetapkan dan mengembangkan kebijakan dan tujuan utama perusahaan - sesuai dengan peraturan nasional dan internasional -
Sedangkan manajer bertanggung jawab atas implementasi pragmatis kebijakan tersebut. Kedua bidang tersebut bertujuan untuk mempromosikan citra organisasi dan untuk meningkatkan produktivitas. 
Administrator memiliki otoritas yang lebih tinggi dan pekerjaannya terkait dengan aspek hukum dan keuangan perusahaan sedangkan manajer bertanggung jawab untuk merekrut dan melatih karyawan baru, dan untuk memastikan kelancaran pengiriman semua kegiatan operasional. (http://www.differencebetween.net/business/difference-between-manager-and-administrator, diakses : 8 Juni 2018 08:35)
Dari tinjauan umum diatas dapat disimpulkan bahwa peran admistrator lebih kearah penuyusunan konsep dan strategi untuk mencapai visi dan misi organsasi sedangkan fungsi manajer lebih ke arah implementasi dari strategi untuk pencapaian visi dan misi organisasi.

A manager is somebody who has a level of control and responsibility in a company or organization. For example, in a small clothing store, the salespeople would be responsible for selling and helping customers… and the manager would be responsible for making the salespeople’s schedule, organizing the store’s finances, training new salespeople, and resolving any problems among the employees.
An administrator is simply a person who does administrative work (working with documents, paperwork, information and data, etc.) An administrator can also be a manager or boss if he or she is the leader of a team of employees… or an administrator can simply be a regular employee.  (https://www.espressoenglish.net/difference-between-administrator-boss-and-manager/ diakses 8 Juni 2018 08:39)
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manejer bertugas untuk menjalankan operasional organsasi sedangkan administrator lebih kearah tugas yang berkaitan dengan kertas kerja, data informasi.